Kopertis Wilayah IV dan Uniga Siap Penuhi Hak-Hak Disabilitas

Garut – Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV Jawa Barat Prof. Dr. Uman Suherman, AS. M.Pd menegaskan pihaknya setuju dan siap mendorong program Kemenristekdikti melalui Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Subdit Pendidikan Khusus untuk melaksanakan kebijakan terkait hak-hak para penyandang disabilitas untuk belajar di Perguruan Tinggi.

“Intinya bagaimana kita memberikan penekanan agar semua perguruan tinggi diwilayah Kopertis IV ini memberikan penghargaan dalam arti kata tidak membedakan siapapun penyandang disablitas yang mendaftar untuk belajar di Perguruan Tinggi,” Kata Uman saat ditemui disela-sela Bimtek Tutor Pendidikan Khusus di Hotel Sabda Alam Garut, Jumat (28/4/2017).

Usman menegaskan pihaknya bersama Subdit Pendidkkan Khusus terus mendorong dengan sosialisasi dan lainnya agar seluruh warga masyarakat menyadari bahwa dalam memperoleh hak-hek pendidikan di Perguruan Tinggi bagi para penyandang disabilitas bukan lagi warga nomor dua melainkan sama dan setara dengan warga normal lainnya.

“Kita saat ini terus mempersiapkan berbagai fasilitas yang diperlukan karena menghadapi para penyandang disabilitas bagaimanapun harus memberikan pelayanan yang khusus juga karena memiliki karakter yang berbeda beda sehingga harus benar-benar diperhatikan dari mulai infrastruktur juga para pengajarnya,” Ungkapnya.

Menurut Usman berbicara kesamaan hak antara warga disabilitas dengan warga normal lainnya harus diartikan sama dalam penghargaan tetapi berbeda dalam tata cara perlakuannya.

“Maka kehadiran Bimtek tutor pendidikan Khusus ini dipandang penting dan akan terus dilakukan bukan hanya kali ini yang dilaksanakan bersama Uniga melainkan disejumlah tempat lainya akan terus dilakukan,”Tandasnya.

Sementara itu Rektor Uniga Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng kembali menegaskan bahwa komitmen Uniga dalam memberikan kesempatan belajar bagi kaum disabiltas telah lama dijalankan meski belum banyak disabilitas yang menempuh pendidikan tinggi di Uniga.

“Kita di Uniga alhamdulillah sudah punya salah seorang alumni juga dimana meskipun mempunyai keterbatasan fisik namun telah berhasil menyelesaikan jenjang akademik paling tinggi, dan ini akan menjadi motivasi bagi masyarakat umum,  khusunya bagi  para penyandang disabilitas, bahwa mereka itu kalau diberi kesempatan pasti mampu mencapai jenjang pendidikan tinggi,”Ujarnya

Ia menambahkan Uniga akan terus melakukan sosialisasi untuk meyakinkan masyarakat bahawa para penyandang disabilitas pada dasarnya memiliki kesempatan yang sama dan terbuka lebar untuk belajar diperguruan tinggi termasuk di Uniga.

“Dengan cara sosialisasi kemudian memperkenalkan almuni yang telah berhasil dalam berbagai kesempatan termasuk melalui ekspos dari teman-teman wartawan akan membantu mempercepat dalam membangun kesadaran warga terhadap hak hak kaum difabel,” Tuturnya.

Terkait pemberian 1000 beasiswa dari Kemenristekdikti bagi para disabilitas, Syakur tidak membatasi kuota penerimaan di Uniga seluruhnya tergantung dari minat para pendaftar.

“Berapapun jumlah para pendaftar, kami akan mencoba mengakomodir dan mengajukannya ke Kemenristekdikti untuk beasiswanya. Jadi jumlah penerimaan akan tergantung dari minat para pelamarnya,”Tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *