UNIGA Kirim 1300 Mahasiswa Peserta KKN, Rektor: Protokol Kesehatan Ketat Diterapkan

Berita

UNIGA – Telah dilaksanakan Training of Trainer (ToT) bagi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Pembekalan bagi mahasiswa/i peserta KKN Universitas Garut 2021 secara daring pada Rabu (25/8/2021).

Tercatat ada 1300 mahasiswa peserta KKN Universitas Garut yang tersebar dan mengabdi di 26 Kecamatan dan 84 Desa di Kabupaten Garut. Seluruh mahasiswa akan berkelompok dan dibimbing oleh DPL yang telah terdaftar sebanyak 225 orang.

Ketua Pelaksana KKN UNIGA 2021, Dr. Ir. H. Tendy Kusmayadi M.P. menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini akan dilakukan secara luring dengan kelompok terbatas dan lokasi KKN yang bisa dipilih oleh mahasiswa itu sendiri sesuai domisilinya masing-masing.

“Mahasiswa juga diberi opsi untuk menentukan program kerjanya masing-masing.” ucap Tendy.

Rektor Universitas Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng. menjelaskan bahwa setiap kegiatan KKN akan sangat ketat dengan protokol kesehatan mulai dari swab sebelum pelaksaan KKN, hingga monitoring selama pelaksanaannya.

“Hal ini dilakukan agar kita bisa saling menjaga, sebab mahasiswa akan terjun diantara masyarakat. Kami menginginkan masyarakat merasa aman dengan kedatangan mahasiswa/i KKN Univesitas Garut ke desanya. Maka dari itu syarat bagi mahasiswa sebelum pelaksanaan KKN adalah harus menjalani test swab dan vaksinasi.” jelas Syakur.

Prof. Dr. Ir. Didik Sulistyanto, M.Ag.Sc. dari Universitas Jember yang menjadi pemateri pada kagiatan ini mengucapkan selamat serta mengharapkan bahwa mahasiswa peserta KKN UNIGA bisa menjadi pengusung terobosan ditengah masyarakat.

“Saya ucapkan selamat kepada 1300 mahasiswa/i peserta KKN UNIGA yang akan segera mengabdi ditengah masyarakat, semoga mahasiswa UNIGA bisa membawa manfaat serta menjadi agen perubahan bagi masyarakat.” ujarnya.

Lebih lanjut dalam materinya beliau menyampaikan berbagai program kerja yang bisa dilakukan selama proses KKN, mulai dari pengembangan desa, kesehatan, pemberdayaan petani, khususnya di masa pandemi pada saat ini. Beliau juga menghimbau agar pelaksanaan KKN bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sehingga tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *