UNIGA Selenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Kampus Merdeka Bersama Ditjen Dikti, UPI dan PLN

Berita

UNIGA – Menghadapi berbagai tantangan di dunia industri pada saat ini, Universitas Garut mengadakan Workshop Penyusunan Kurikulum Kampus Merdeka yang menghadirkan Kepala sub bagian tata usaha Setditjen Dikti, Didi Rustam, SSi, MTI, Kaprodi Pengembangan Kurikulum Sekolah Pascasarjana UPI Dr. Laksmi Dewi, M.Pd. serta Manager Bagian Pelaksanaan Pembelajaran di Unit Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan (UPDL) PLN Bogor, Gama Ajiyantono, S.T. Workshop ini diselenggarakan secara daring melalui aplikasi virtual meeting pada Selasa (10/8/2021).

Rektor Universitas Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng dalam sambutannya menyampaikan bahwa UNIGA banyak berpartisipasi dalam Program Kampus Merdeka, beberapa diantaranya Kampus Mengajar, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, dan Program Magang Bersertifikat. “Kampus Merdeka merupakan konsep yang sangat menarik, banyak sekali yang bisa kita dapatkan manfaatnya. Namun karena itu merupakan program baru kami memerlukan adaptasi untuk beberapa hal di kurikulum. Maka dari itu workshop ini merupakan salah satu komitmen kami untuk segera melakukan penyesuaian-penyesuaian sehingga Program Kampus Merdeka ini bisa segera terlaksana dengan baik.” jelasnya.

Kepala sub bagian tata usaha Setditjen Dikti, Didi Rustam, SSi, MTI menyampaikan bahwa sangat senang dapat ikut berpartisipasi pada workshop mewakili Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P. yang pada kesempatan tersebut berhalangan hadir. Beliau menyampaikan hal-hal terkini dari Kementerian sebagai informasi update bagi tenaga kependidikan dalam pelaksanaan Kurikulum Kampus Merdeka.

“Saat ini kita dihadapkan pada tantangan global dan nasional, dimana pada situasi seperti saat ini kita sangat mengandalkan teknologi digital, maka dari itu kemajuan pendidikan dibidang ini sangat diperlukan. Memang betul banyak pekerjaan yang akan digantikan oleh robot, namun banyak juga pekerjaan dan profesi baru yang bermunculan dan sangat dibutuhkan. Salah satunya ada youtuber dan caption maker yang cukup menjanjikan pada saat ini. Jadi jangan khawatir, kita hanya perlu mengembangkan kompetensi dan skill dari pendidikan kita untuk menghadapi dunia digital ini, salah satunya adalah dari kurikulum.” jelasnya.

“Salah satu target dari Kementerian adalah mengawal terbentuknya pendidikan tinggi kualitas dunia yang berkemitraan dengan industri, perguruan tinggi dan masyarakat, untuk menghasilkan SDM unggul yang siap berkompetisi di dunia global.” ujar Didi mengakhiri pemaparannya. Beliau mengharapkan Program Kampus Merdeka benar-benar dapat terlaksana di Universitas Garut.

Kaprodi Pengembangan Kurikulum Sekolah Pascasarjana UPI Dr. Laksmi Dewi, M.Pd. menjelaskan mengenai teknis dari pengembangan Kurikulum Kampus Merdeka di Perguruan Tinggi, yang diharapkan bisa menjadi gambaran bagi Universitas Garut dalam mengembangkan kurikulum berbasis MBKM. “Selain bisa mengambil mata kuliah di Perguruan Tinggi lain, Program MBKM ini juga bisa dikembangkan secara mandiri seperti mengambil mata kuliah diluar program studinya, namun masih tetap di lingkungan Universitas Garut.” paparnya.

Dalam materinya, Dr. Laksmi juga menyampaikan bahwa implementasi Program MBKM ini juga bisa dilakukan kerjasama dengan Prodi yang sama di Perguruan Tinggi yang berbeda baik di dalam negeri maupun luar negeri, melalui Program Pertukaran Mahasiswa, Pertukaran Dosen, Kolaborasi Riset, serta Kolaborasi Penulisan Artikel, “Kerjasama dengan Dunia Usaha Dunia Industri juga bisa melalui praktek kerja (magang), Studi Independen, dan Praktek Mengajar.” ungkapnya.

Manager Bagian Pelaksanaan Pembelajaran di Unit Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan (UPDL) PLN Bogor, Gama Ajiyantono, S.T. menjelaskan bahwa perusahaan membutuhkan lulusan yang sudah siap kerja, sampai saat ini lulusan yang direkrut oleh PLN masih didominasi oleh Teknik Elektro.

“Semoga lulusan UNIGA bisa menjadi lulusan yang siap untuk berkerja dan bersaing di dunia global. Kami punya program magang bersertifikat untuk mahasiswa di perguruan tinggi yang bertujuan memberikan pengalaman yang cukup kepada mahasiswa dengan pembelajaran langsung di tempat kerja, mahasiswa akan mendapatkan hardskills maupun softskills, sehingga jika industri mendapatkan talenta yang cocok nantinya bisa langsung direkrut,” paparnya.

“Semoga mahasiswa yang sudah mengenal tempat kerja yang sebenarnya akan lebih mantap dalam memasuki dunia kerja dan karirnya nanti.” tambahnya.

Workshop ini dihadiri oleh lebih dari 200 orang partisipan yang terdiri dari Pimpinan Rektorat, Pimpinan Fakultas/Direktur Pascasarjana serta jajaran dosen Universitas Garut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *