Kajian Rutin UNIGA, KH. Thontowi Musaddad: Jika Sudah Terjadi Terima, Jika Belum Berusahalah Untuk Mencegah

Berita Kegiatan

UNIGA – Pengajian rutin yang diadakan oleh Universitas Garut pada Jumat (2/7/2021) pukul 13.00 WIB ini dihadiri oleh hampir seratus orang jamaah yang bergabung via Zoom Meeting dan live streaming di channel Youtube Universitas Garut.

Pengajian kali ini bertema “Etika Kepada Allah SWT Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19” yang disampaikan oleh KH. Ahmad Thontowi J. Musaddad, MA.

Dalam kajiannya, KH. Thontowi menyampaikan bahwa Allah SWT adalah sang pemilik dan penentu atas segalanya, sang kuasa yang memiliki ketetapan dan keputusan atas semua makhkluk-Nya. Segala hal yang ada dan terjadi berawal dari Allah SWT. Posisi kita sebagai ‘abdun’ tidak bisa mengatur segala hal yang terjadi tanpa kehendak-Nya. Karena kita berada pada posisi seperti itu, maka tentu ada etika yang harus kita terapkan kepada Allah SWT.

“Seseorang yang memiliki etika kepada Allah SWT memiliki pandangan jika segala sesuatu yang ada di dunia ini berasal dari Allah SWT dan pasti akan kembali kepada-Nya. Mengintrospeksi diri bahwa posisi kita tidak ada apa-apanya dibanding Allah SWT.” ujar KH. Thontowi.

Begitu pula dengan diturunkannya suatu penyakit. Yakinlah bahwa Allah SWT menurunkan suatu penyakit itu karena sayang kepada kita. Allah memberi kita kesempatam untuk sabar dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

“Jika sudah tertimpa suatu penyakit terimalah dan ucapkan ‘Alhamdulillah ala kulli hal’ kemudian berdo’alah semoga sakit ini menjadi kifarat bagi kita. Berdo’alah semoga ketika sakit Allah sedang membersihkan segala dosa kita.” lanjutnya.

Beliau menyampaikan kita harus menerima jika terkena suatu penyakit, namun tidak berhenti untuk terus berikhtiar dan berusaha untuk berobat. “Kalau kita yang terkena sakit, terima! Namun dibarengi dengan ikhtiar dan usaha untuk berobat, jika berkehendak Allah akan memberi kesembuhan. Tapi jika kita belum tertimpa sakit, berusahalah untuk mencegahnya. Seperti pada saat pandemi sekarang, cegah penularan dengan disiplin protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, jangan berkerumun, makan makanan bergizi, dan lain sebagainya”.

Lebih lanjut beliau mengatakan jika kita terkena sakit, jangan pernah berprasangka buruk terhadap Allah SWT. Beretikalah kepada Allah, terima dan berdoalah kepada-Nya, semoga sakit yang dialami menjadi penyebab dosa-dosa kita diampuni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *