“SERBA ONLINE DI ERA NEW NORMAL, SEKTOR PETERNAKAN BISA APA ?”

Berita

Uniga – Fakultas Pertanian UNIGA menggelar Webinar series, kali ini mengusung tema mengenai sektor peternakan dan dunia digital di Era New Normal. Webinar tersebut dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2020, dengan antusiasme peserta yang sangat baik, peserta webinar tersebut terdiri dari berbagai kalangan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta tersebut merupakan dosen, mahasiswa, penyuluh, masyarakat umum dan ASN  yang mempunyai peran dalam bidang pertanian khususnya peternakan dan bidang digital. Narasumber Webinar tersebut yaitu R. Reza El Akbar yang merupakan Dosen Deparetemen Informatika Fakultas Teknik Unsil dan Tati Rohayati yang merupakan ketua prodi peternakan fakultas pertanian uniga.

Webinar ini memberikan gambaran, bahwasannya sekotor peternakan dan sektor digital ternyata dapat berkolaborasi untuk memberikan solusi atas ekonomi rakyat yang menurun akibat dampak pandemik. Ditambah lagi di era new normal ini banyak sektor yang mengalami kelumpuhan, diantaranya adalah sektor bisnis, sektor parawisata dan tentunya sektor peternakan. Sektor peternakan terasa terdampak sekali akibat pandemik, akan tetapi ternyata sektor peternakan juga memiliki potensi untuk membantu ekonomi rakyat.

Pada era new normal, sektor digital berkembang sangat pesat. Diantara bagiannya adalah sektor jual beli lewat online. Ternyata hal tersebut telah diprediksi oleh para akademisi, sehingga hal ini perlu dimanfaatkan oleh semua sektor untuk berkolaborasi. Sektor yang tetap akan bertahan pada saat era new normal, diantaranya adalah sektor pertanian (sub sektor peternakan). Hal ini diperkirakan disebabkankan karena pertanian merupakan sektor yang menghasilkan kebutuhan pokok.

Sektor peternakan dan sektor digital, diharapkan dapat bekerjasama, sehingga terbentuk kolaborasi yang dapat membantu masyarakat. Diantara potensi yang dapat dikolaborasikan dengan sektor digital oleh sektor peternakan adalah potensi ketersediaan produk hewani, jumlah peternak dan potensi ternak lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *