Farmasi Uniga gelar Webinar Manajemen Instalasi Farmasi dalam Upaya Pencegahan Covid-19.

Berita

Uniga – Di tengah situasi pandemi COVID-19, Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA Universitas Garut (Uniga) harus melakukan kegiatan belajar-mengajar serta segala bentuk transfer of knowledge menggunakan sistem online. Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada, hal tersebut tak menghalangi civitas akademika di lingkungan Program Studi Farmasi Uniga untuk tetap berpartisipasi dan antusias dalam mengikuti perkembangan teknologi yang ada di sekitar kita. Seperti  pada webinar yang dilaksanakan oleh Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA Universitas Garut (Uniga).

Program Studi Farmasi Universitas Garut (Uniga), telah memulai untuk menyelanggarakan seri webinar yang pertama, pada kamis, 21 Mei 2020 yang bertajuk “Respon Manajemen Instalasi Farmasi Rumah Sakit terkait Pandemik Covid-19”.  Webinar kali ini dibawakan langsung oleh Dina Nirwana Suwandi, M.Farm Beliau merupakan apoteker IFRS RSU. dr. Slamer Garut yang merupakan alumni Farmasi Uniga.

Dekan Fakultas MIPA Uniga dr. Hj. Syifa Hamdani, MARS mengungkapkan kegiatan webinar series ini merupakan  program pengabdian kepada masyarakat dosen F-MIPA Uniga untuk Masyarakat Garut. Ada 4 webinar yang direncanakan dengan berbagai topik.  “Dengan webinar ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta kepedulian masyarkat Garut untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19” ungkapnya.

Dalam Webinar yang dipandu Moderator Deden Winda Suwandi, Apt., M.Farm yang juga merupakan dosen Farmasi di FMIPA Uniga, Dina Nirwana Suwandi, Apt., M.Farm. menyampaikan bahwa Instalasi Farmasi Rumah Sakit dr. Slamet kab. Garut, merespon secara optimal terkait dengan adanya pandemik Covid-19 terutama dalam menjalankan kefarmasian yang sesuai dengan Standar Pelayanan RS yaitu berorientasi terhadap produk dan pelayanan kefarmasian farmasi klinik berorintasi kepada pasien.

Ada beberapa pekerjaan kefarmasian yang spesifik berubah konsepnya yaitu terutama di bidang pengadaan obat dan Alat kesehatan dengan berdasarkan metode kombinasi yaitu metode konsumsi yang paling banyak dan urgent juga tingkat morbiditas pasien. Sebagai respon yang cepat dan tepat IFRS dengan persetujuan Panitia Farmasi dan Terapi (PFT) memprioritaskan pengadaan obat-obatan antibiotika dan antiviral, sedangkan alat kesehatan yang dioptimalkan kesediaannya adalah Alat pelindung Diri (APD).

Dina menambahkan Khusus untuk APD pengadaannya lebih dari 80 % berasal dari hibah sukarelawan lembaga pemerintah ataupun swasta serta perseorangan, mengingat langkanya dari distributor dan lamanya waktu datang (lead time) dari produk yang dipesan. Selain kebutuhan logistik yang sudah optimal. Rumah sakit juga menyediakan 3 gedung berlantai 2 yang khusus disediakan untuk proses isolasi ataupun penanganan pasien-pasien baik yang berstatus ODP, PDP ataupun terkonfirmasi positif Covid-19, diperkuat oleh tenaga-tenaga kesehatan yang pada awal tahun atau awal-awal dilaporkan adanya wabah di wuhan Cina, sudah ditugaskan untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan untuk menangani wabah tersebut mengingat RS. dr. Slamet merupakan rujukan utama penanganan kasus Covid-19 di priangan timur, sehingga bisa dikatakan RS sudah siap, bahkan meskipun adanya lonjakan jumlah kasus seperti kondisi menghadapi lebaran ini (mudah-mudahan tidak terjadi), pihak RS sudah siap dengan segala fasilitas dan upayanya.

Sedangkan pekerjaan yang tidak kalah penting menurut Dian adalah pelayanan kefarmasian klinik yang berorientasi kepada pasien, dengan menyesuaikan kepada kebutuhan penanganan covid-19 sesuai dengan acuan dan protokol kemenkes demi mununjang keamanan pasien dan petugas juga pemastian mutu produk tetap terjaga. Praktek pelayanan berjalan sesuai standar, namun ada beberapa parameter pelayanan yang berubah diantaranya pelaksanaan rekonsiliasi obat, konseling dan Pelayanan Informasi Obat (PTO) khusus terhadap pasien Covid-19 dilakukan secara terbatas seperti penggunaan APD lengkap atau lewat media yang tidak langsung kontak fisik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *