Fakultas Kwirausahaan Universitas Garut, Gelar Bakti Sosial

Berita Kegiatan

Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut (FKWU UNIGA), ditengah wabah Covid-19 menggelar berbagai kegiatan bakti sosial (baksos) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19.

Hal itu yang disampaikan Dekan FKWU UNIGA, Sukma Nugraha yang kepada sejumlah awak media, Senin (27/04/20).

Ia menjelaskan, dengan tag line “Fakultas Kewirausahaan Peduli”, FKWU UNIGA lakukan gerakan peduli terhadap semua kalangan yang terdampak, peduli terhadap akselerasi pencegahan Covid-19, peduli terhadap tenaga medis dan peduli terhadap stabilitas kegiatan masyarakat secara umum.

“Hal tersebut ditunjukan dengan dengan aksi nyata dengan cara mengikuti anjuran pemerintah bahwa kegiatan pembelajaran dan aktivitas kampus lainya dilaksanakan dari rumah (work/learn from home),” ucap Sukma.

Selain itu, terang Sukma, FKWU UNIGA memusatkan seluruh kegiatan berbasis rumah dan terjun langsung ke masyarakat melalui progran “FKWU UNIGA BERBAGI”.

“Diantaranya memberikan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, khususnya tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Tarogong dan Bayongbong,” jelasnya.

Menurutnya, tenaga medis merupakan garda terdepan dalam memberikan tindakan pada masa pandemi COVID-19 ini.

Selain berbagi APD, lanjut Sukma, FKWU UNIGA beserta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKWU UNIGA berbagi ratusan paket sembako dan masker bagi pekerja informal seperti tukang sol, buruh harian lepas, pedagang Keci dan lain lain yang terdampak.

Ia menegaskan, sebagai wujud keseriusan dan memastikan setiap bantuan sampai pada sasaran yang tepat dan benar-benar membutuhkan, tim FKWU UNIGA secara langsung mendistribusikan paket sembako dengan datang secara langsung dan menemui sasaran yang tersebar dibeberapa wilayah.

“Meliputi Kecamatan Tarogong, Kecamatan Samarang, Kecamatan Pasirwangi, Kecamatan Bayongbong, Kecamatan Cisurupan dan Kecamatan Cikajang,” ungkap Sukma.

Dukma berharap dengan adanya baksos ini sedikitnya bisa membantu proses akselerasi penanganan COVID-19 dan bisa memberikan semangat pada setiap lini agar bisa bergerak sesuai dengan kompetensi dan kemampuanya sehingga terajalin sinergi yang kuat sebagai solusi dari phenomena-penomena yang terjadi di masa pandemi ini.

“Dengan demikian, ketika semuanya bergerak, pandemi ini bisa cepat berakhir dan kita semua bisa beraktifitas kemabli seprti biasanya,” tutup Sukma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *