Kepala LLDIKTI IV Jabar Banten lakukan sosialisasi Kampus Medeka di Universitas Garut

Berita

Uniga – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim kembali meluncurkan kebijakan Kampus Merdeka atau Merdeka Belajar, Nadiem menilai kebijakan baru Kampus Merdeka mampu mendorong mahasiswa menggali banyak ilmu dan pengalaman, dalam proses perjalanannya, kebijakan tersebut terus di Sosialisasikan pada seluruh Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta.

Salah satu sosialisasi Kampus Merdeka yang dilakukan yaitu di Kampus Universitas Garut (Uniga) yang bertempat di Aula Fakultas Ilmu Komunikasi lantai 3 pada Rabu (04/3/2020). Hadir dalam kegiatan ini Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Prof. Dr. H. Uman Suherman, M.Pd., sekaligus menjadi pembicara pada sosialisasi tersebut, serta turut hadir Rektor Universitas Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, Pimpinan Fakultas serta sekitar 150 Dosen Tetap di Lingkungan Civitas Akademika Universitas Garut.

Pada pemaparannya Kepala LLDIKTI wilayah IV Jabar Banten tersebut menjelaskan PTS dan PTN memiliki otonomi untuk membuka program studi dengan syarat perguruan Tinggi tersebut memiliki aktreditasi A dan B, terkecuali bidang kesehatan dan pendidikan karena memang harus menggunakan izin khusus. Perguruan Tinggi dapat bekerjasama dengan organisasi, praktir kerja, dan kelembagaan kerja untuk membuka program studi, dimana nantinya Kementerian bersama Perguruan Tinggi dan mitra prodi melakukan pengawasan bersama.

Saat dimintai pendapat tentang manfaat yang bisa diperoleh dari acara sosialisasi Kampus Merdeka ini, Prof. Dr. H. Uman Suherman, M.Pd. menjelaskan beliau berharap kampus terutama dosen berpikir ke masa depan yaitu tentang outcome yang bisa diperoleh bukan hanya mampu mencetak sebanyak-banyaknya lulusan tetapi harus mampu mencetak lulusan yang sukses diterima di masyarakat, “lulusan itu tidak harus selalu jadi karyawan disebuah instansi tetapi bagaimana mereka diterima masyarakat dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, artinya dosen harus mulai meninggalkan pola piker lama serta mampu merubah bahwa mengajar bukan sekedar rutinitas yang harus dijalankan, sehingga mampu memberikan jalan bagi kesukseskan lulasannya dan dirinya sendiri, dengan mencoba paradigma baru dengan menyesuaikan kebutuhan jaman” ungkpnya.

Sedangkan Rektor Universitas Garut Dr. Ir. Abdusy Syakur Amin, M,eng mengaku, menyambut baik kebijakan kampus merdeka. Program ini dinilai merupakan terobosan baru yang bisa mengakselerasi daya saing perguruan tinggi bukan hanya di nasional tapi juga di dunia internasional. Oleh karena itu, pihaknya sedang melakukan proses adaptasi guna mendukung kebijakan tersebut dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian iklim akademik di lingkungan kampus.
Rektor Uniga menambahkan dengan adanya kebijakan ini, menurutnya, merupakan tantangan dan peluang yang bagus bagi dosen dan mahasiswa untuk menggali beragam informasi dan kompetensi bukan hanya di ruang kelas, melainkan bisa mengakses dari berbagai sumber disesuaikan dengan potensi mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *