Kerjasma dengan Uniga, Kemenkeu RI gelar pelatihan Pengelolaan Keuangan Desa bagi Aparatur Desa Se-Priangan Timur

Berita

Uniga – Kementrian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jendral Perimbangan keungan kerjsama dengan Universitas Garut mengadakan Pelatihan bagi Aparatur desa tentang diseminasi dana desa dan pengelolaan dana desa.

Menurut Ketua LPM Uniga yang sekaligus Ketua Panitia Kegiatan Palatihan Dr. Ir. H. Tendy Kusmayadi, MP.  Pelatihan tersebut dilaksanakan dari tanggal 13 – 14 November 2019 di gedung Pasacasarjana Universitas Garut Jalan Raya Samarang No.52a Tarogong Kaler Garut. Pelatihan ini diikuti para aparatur desa dari lima Kabupaten/Kota, yakni Kab. Garut 20 orang , Kab. Sumedang 10 orang , Kabupaten Bandung 10 orang, Kabupaten Tasikmalaya 10 orang dan Kab. Ciamis 10 orang.

“diharapkan pelatihan ini bisa membantu kepala dan aparat Desa bisa mengelola keuangan pengelolaan desa lebih baik lagi,” kata Kepala Seksi Perencanaan Dana Desa Otonomi Khusus dan keistimewaaan Yadi Hadian

Yadi menegaskan kerjasama pelaksanaan pelatihan dengan perguruan tinggi salah satu upaya yang terus dibina.” Pertama kali (kegiatan pelatihan) di Jawa Barat ya dengan Uniga,” katanya . sebelumnya kegiatana pelatihan telah dilaksanakan di Universita Sudirman Purwokerto.
Yadi menerangkan kedepanya akan memperluas kerjasama dengan kampus -kampus lain di berbagai daerah, agar bisa bersinergy antara keuangan dengan lembaga pendidikan.

”semua pihak bisa terlibat untuk mensukseskan pengelolaan dana desa lebih baik dan bertanggung jawab ,” tuturnya
Kondisi saati ada Indonesia memiliki 74.957 desa, hal ini akan sangat sulit untuk bisa mengelola Desa secara instan tetapi diperlukan waktu secara bertahap agar para aparat desa itu bisa mengolah dana desanya. “ maka pelatihan melalui bintek,” tuturnya.

Rektor Universitas Garut (Uniga) Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng. mengatakan pembangunan wilayah perlu didukung oleh semua elemen. Percepatan pembangunan tak bisa dilakukan satu pihak. Maka konsep pembangunan ‘pentahelix’, dimana unsur pemerintah, masyarakat atau, akademisi, pengusaha, dan media sangat penting. Adanya perubahan dinamika peraturan salah satunnya mengenai anggaran dasar formula dan lain-lain harus diselesaikan oleh masyarakat dan dilaksanakan oleh LPM agar tidak terjadi out of date, karena yang sebelumnya sudah tidak berlaku lagi.
“ hal ini merupakan updating materi kuliah di kampus untuk membantu menyamakan persepsi,” katanya. sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada aparat desa

Uniga telah bekerjasama dengan BPMD, hal tersebut tidak bisa dipilah pilah karena saat ini BPMD keterbatasan SDM sedangkan Jumlah desa sangat banyak . ”sehingga partisipasi semua elemen Masyarakat dengan sistem pentahelix sangat penting sekali,” ujarnya

Rektor Uniga berharap Kedepan skala bisa lebih besar dan bisa bersama sama mengkaji aturan-aturan yang ada dan diseminasinya dibantu dan dipahami, karena menurutnya ada latar belakang dan sikapaparat desa bisa memahami sebagai suatu yang logis rasional .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *