Tingkatkan Mutu Lulusan, LSP UNIGA lakukan Uji Kompetensi bagi Calon Wisudawan

Berita

Garut – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Garut (Uniga) melakukan assesmen atau uji kompetensi  bagi mahasiswa pada hari Senin – Selasa, 09 – 10 September 2019 di Gedung Fakltas Ekonomi Uniga. Kegiatan uji kompetensi ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang akan melaksanakan wisuda, hal ini menjadi syarat wajib bagi mereka agar selain unggul dalam bidang akademik juga memiliki kompetensi pada bidangnya masing-masing. 

Rektor Universitas Garut (Uniga) Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng mengungkapkan sesuai Permenristek Dikti nomor 59 tahun 2018 tentang ijazah, sertifikat kompetensi, sertifikat profesi gelar, dan tata cara penulisan gelar di Perguruan Tinggi dalam salah satu pasalnya dikatakan pertama yang diperoleh mahasiswa ketika lulus kuliah yaitu ijazah yang selanjutnya bisa dilengkapi oleh sertifikasi kompetensi dan sertifikasi profesi yang tergantung dari jenis pendidikannya, dalam pasal 5 disebutkan ijazah yang diterbitkan perguruan tinggi disertai dengan transkrip akademik dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), rasanya kalau Transkrip Akademik hampir semua orang sudah paham yaitu berisi capaian mahasiswa dalam bidang akademik, yang menarik yaitu SKPI isinya adalah informasi tambahan tentang prestasi akademik mahasiswa, mencakup prestasi mahasiswa bidang kokurikuler, ekstrakurikuler, atau pendidikan nonformal. Dalam SKPI itu juga disebutkan keterampilan-keterampilan yang dimiliki oleh seorang lulusan mahasiswa dimana keterampilan itu lebih detailnya dijelaskan dalam sertifikasi kompetensi, dalam pasal 12 disebutkan sertifikat kompetensi diterbitkan perguruan tinggi bekerja sama dengan organisasi profesi, lembaga pelatihan atau lembaga sertifikasi yang terakreditasi. “Alhamdullilah saat ini Universitas Garut telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dibawah pengawasan Badan Nasional Sertifikasi Profesi  (BNSP), dengan diwajibkanya lulusan Uniga memiliki sertifikat kompetensi, kami ingin menujukan selain mahasiswa kami memiliki kemampuan akademik yang memadai juga mempunyai kompetensi yang diakui oleh lembaga tingkat Nasional” ungkapnya.

Uji kompetensi yang kita buat merupakan hasil riset kita terhadap profile lulusan yang kita miliki, salah satu contoh banyak lulusan Uniga yang akhirnya bekerja sebagai penyuluh pertanian sehingga mahasiswa kita selain memiliki transkip akademik juga memiliki sertifikasi kompetensi dalam bidang penyuluh pertanian yang dikeluarkan oleh LSP Uniga dibawah pengawasan BNSP sehingga mahasiswa kita memiliki informasi tambahan yang dibutuhkan oleh user dan ketika alumni uniga melamar pekerjaan meraka sudah mengatahui bahwa lulusan Uniga memiliki keahlian lain yang diakui oleh BNSP, “Mulai semester ini lulusan uniga diwajibkan mengikuti uji kompetensi hanya masalahnya belum semua fakultas memiliki kompetensinya karena untuk mendapatkan mutu uji kompetensi prosesnya cukup panjang, dan kami tidak ingin menunggu semua sudah siap, sampai saat ini ada tiga fakultas yang sudah siap melaksanakan uji kompetensi yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian Dan Fakultas Ilmu Komunikasi yang kesemuanya memiliki kompetensi yang berbeda-berbeda”

Yang pasti kedepan semua fakultas wajib memiliki skema uji kompetensi dan untuk menunjang program tersebut dalam waktu dekat kita akan menambah lagi jumlah asesor kita sementara ini kita baru memiliki 36 asesor, sejatinya kebijakan ini dilakukan untuk memberikan jaminan kepada para lulusan uniga bahwa mereka sudah memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh dunia kerja atau dunia usaha.

Sedangkan dekan Fakultas Ekonomi Uniga Dr. Wati Susilawati, SE., M.Si saat ditemui diruang kerjanya merasa gembira dengan telah dilaksanakanya uji kompetensi terhadap para alumni Fekon Uniga, uji kompetensi ini bertujuan untuk memastikan dan memelihara kompetensi yang dimiliki. Selain itu juga digunakan sebagai wujud pengakuan yang dapat meningkatkan kredibilitas sebuah profesi. “Dengan memperoleh sertifikat kompetensi yang berlisensi BNSP tentunya menjadi kebanggaan dan motivasi bagi kami untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan kami. Sehingga, alumni  kami nantinya mampu bersaing dengan para pencari kerja lainnya,” ungkapnya.

Untuk uji kompetensi kali ini diikuti oleh 185 calon wisudawan yang terdiri dari 100 mahasiswa program studi manajemen, 50 mahasiswa akuntansi dan 35 mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *