Empat Warga Thailand Kuliah di Fakultas Kewirausahaan Uniga

Berita

-Penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2019-2020 di Universitas Garut (Uniga) terdapat empat warga asal Negara Thailand.

Warga Thailand tersebut adalah Risuwan Madeng, Muhammad Saki Salae-mae, Muhammad Sofee Deemadee dan Mumadsaidan Abah. Keempatnya dari Kota Narathiwat salah satu Ibu Kota Provinsi (Changwat) Thailand. Mereka mendaftar di Fakultas Kewirausahaan Uniga.

Mumadsaidan Abah, salah satu calon mahasiswa dari Negara Thailand mengaku masuk ke Uniga atas dorongan urang tua yang menginginkan menuntut ilmu di Garut. Sebab sebelumnya mengenyam ilmu agama di pesantren Jawiyah Samarang Garut.

“Masuk Fakultas Kewirausahaan, kelak setelah lulus dari Uniga, saya akan merintis sebagai pengusaha di Narathiwat Thailand,” kata Mumadsaidan, Jumat (23/8/2019).

Sementara Dra. Hj. Empat Fatimah salah satu pendiri Fakultas Kewirausahaan Uniga, merasa dengan adanya calon mahasiswa dari Negara Thailand ini, sebagai bukti kepercayaan masyarakat terhadap Uniga.

“Sebelumnya juga, ada mahasiswa dari Negara Pakistan. Harus kami syukuri mahasiswa Uniga dari tahun ke tahun terus bertambah. Salah satu instrument kepercayaan masyarakat terhadap Uniga bisa dilihat dari kuantitas dan kualitas mahasiswa dan lulusannya,” kata Fatimah.

Dia menyebutkan, secara kualitas mahasiswa dan lulusan Uniga sudah banyak diserap oleh dunia kerja tidak hanya di Indonesia bahkan Negara Jepang. Secara kuantitas jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun terus bertambah.

“Penerimaan tahun ini, hampir ada  2.500 calon mahasiswa yang mendaftar di Uniga. Ini hasil kinerja yang baik dari seluruh civitas akademika Uniga,  tentunya atas arahan dari Pak Rektor kami,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Wakil Dekan Kewirausahaan bidang Akademik Galih Abdul Fatah Maulani, S.Kom., M.Kom menambahkan, pihaknya akan menyiapkan materi yang berbeda khusus mahasiswa dari luar Indonesia. Sebab, kultur dan budayanya berbeda.

“Sesuai dengan tujuan dari berdirinya Fakultas Kewirausahaan ini, ingin menciptakan lulusan yang tidak hanya berpikir bagaimana mencari pekerjaan tapi justru menciptakan lapangan pekerjaan,” papar Galih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *