Periode ke Dua, Syakur Amin Dilantik sebagai Rektor Uniga Masa 2019-2023

Berita Kegiatan

Ketua Yayasan Universitas Garut (Uniga) Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, MT, melantik Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng sebagai Rektor Uniga masa Jabatan 2019 – 2023, pelantikan ini merupakan periode kedua bagi Syakur menjabat sebagai Rektor Uniga, di Aula Fikom Uniga Jl. Samarang Hampor Garut, Sabtu (3/8/2019).

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat yang dihadiri para pimpinan dari 8 Fakultas, 1 Program Pascasarjana, Ketua Lembaga, para pimpinan dari 24 Progran Studi, BEM Uniga.

Dalam sambutanya Ketua Yayasan Unia Universitas Garut H. Muhammad Ali Ramdhani berharap setiap perkembangan yang telah dicapai oleh H. Syakur sebelumnya ditumbuh kembangkan dan poros pembelajaranya ditambah dengan proses learning how to learn disamping empat pilar pendidikan yaitu learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together.

“Ini untuk kedua kalinya Pak Syakur memimpin Uniga, dengan demikian diharapkan tenaga pendidik mampu meningkatkan kompetensi sehinga transfer pengetahuan kepada mahasiswa berjalan maksimal, Uniga mampu menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa, bukan hanya sekedar mengejar gelar sarjana tapi betul-betul mampu mengembangkan setiap potensi yang ada,” katanya.

Ketua Yayasan bersama Rektor dan unsur Pimpinan Uniga. (PG/Abar)

Sementara H. Abdusy Syakur Amin, menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh pihak Yayasan Uniga dalam mengemban kembali amanat memimpin Uniga untuk 4 tahun kedepan.

“Kami menyadari disamping kemajuan yang telah dicapai selama ini, masih ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki, sesuai pesan yang disampaikan Ketua Yayasan,” kata Syakur.

Fokus Uniga, lanjutnya disamping mengimplementasikan empat pilar pendidikan yang dicetuskan oleh Unesco yaitu learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together.

“Kami akan berusaha mengedepankan konsep learning how to learn yaitu belajar untuk bisa belajar dengan cepat, karena generasi muda yang akan datang tidak memiliki referensi tentang masa yang akan datang nanti, sehingga menjadi kewajiban kamj untuk memberikan pedoman agar mereka mampu belajar dari situasai yang ada, belajar tidak hanya dari buku, belajar tidak hanya dari guru, belajar juga tidak hanya dari teman, tapi belajar juga bisa dari kondisi dan alam semesta seperti pribahasa yang dismpaikan oleh ketua yayasan tadi, ngindung ka waktu, mibapa ka jaman, yang artinya menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman tanpa menghilangkan akar budayanya,” paparnya.

Konsep tersebut bukan hanya ditujukan untuk mahasiswa semata tapi lembaga juga akan berusaha menjadi kampus yang fleksibel menjawab tantangan jaman salah satu contoh pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang pertama di Jawa Barat merupakan komitmen Uniga dalam menyesuaikan perkembangan yang ada, dimana dunia kerja kedepan bukan sekedar membutuhkan SDM yang memiliki izasah, tapi keahlian yang tergambar dalam sertifikat profesi menjadi kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha yang tidak bisa dihindari.

Setelah Pelantikan Rektor Uniga dalam waktu dekat Yayasan Uniga akan melantik para Wakil Rektor dan Pimpinan Fakultas, yang masa baktinya habis. Sebab, unsur pimpinan diangkat dan dilantik oleh Yayasan Universitas Garut.

Sumber : porosGarut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *