Dikagumi Perusahaan, Tiga Mahasiswa Uniga Jadi Headline Koran Jepang

Berita Kegiatan

Salah satu perusahaan Jepang, yakni Matsubara Neon, merasa kaget dan kagum ada mahasiswa Garut ikut magang bekerja di Negeri Sakura itu. Kekagumannya dilansir dalam sebuah pemberitaan sebuah surat kabar Jepang. Bahkan menjadi berita utama (headline) koran tersebut.

Betapa tidak, pasalnya selama ini sangat jarang bahkan tidak pernah ada mahasiswa asal Garut yang berkiprah magang bekerja di perusahaan Jepang, khususnya perusahaan yang bergerak di bidang pertanian.

Asep Husni, salah satu mahasiswa yang ikut magang ke Jepang mengungkapkan, bahwa ia dan kedua temannya diterima dan disambut dengan baik oleh pihak perusahaan di negeri matahari terbit itu. Pada hari pertama bekerja, ia dan kedua rekanya langsung diajak melihat sekaligus memperkenalkan perusahaan tempat mereka magang.
“Kita merasa bangga karena bisa mencicipi pengalaman bekerja di perusahaan yang notabene teknologi pertaniannya lebih maju. Banyak hal yang bisa kami jadikan ilmu baru. Sebaliknya, kami juga bisa memberikan ilmu pertanian yang kami miliki kepada perusahaan mereka. Alhamdulillah kita di sini bisa berbagi ilmu dan keahliannya,” ujar Asep, melalui sambungan telepon, Minggu (28/7/2019).

Mendengar kabar baik ketiga mahasiswanya di Jepang, Rektor Universitas Garut (Uniga) Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng, mengaku merasa bangga dan berharap ketiga mahasiswa tersebut bisa menjaga almamater Uniga serta budaya luhur, sopan santun bangsa Indonesia serta bisa mengambil ilmu dan pengalamannya untuk dikembangkan di Indonesia.

Asep Husni, Cecep Candra, dan Imam Muslim bersama warga Jepang. (PG/Abar)

Program magang bekerja di Perusahaan Jepang ini merapakan Implementasi Kerjasama LPKIJ Sakur pimpinan Haryadi Supangkat, kerjasama ini direncanakan akan terus berulang dari tahun ke tahun sehingga banyak mahasiswa Uniga yg berkiprah di Jepang tentunya bukan hanya di bidang pertanian tapi bidang lain yg punya ketertarkaitan dengan Program Studi yg ada di Universitas Garut (Uniga).

“Ini kesempatan yang sangat langka dan berharaga, nama Indonesia dan almamater Uniga melekat di diri mereka. Saya berharap mereka bisa memanfaatkannya dengan baik sehingga tidak mengecewakan perusahaan di mana mereka bekerja,” ungkap Syakur.

Seperti diketahui, tiga minggu yang lalu, Rektor Uniga melepas tiga mahasiswanya untuk berangkat memenuhi panggilan magang bekerja di Jepang. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Asep Husni, Cecep Candra, dan Imam Muslim. Mereka berasal dari Agroteknologi Faperta Uniga. Di negeri sakura ketiganya akan bekerja magang selama enam bulan.

Program magang bekerja di perusahaan Jepang ini merupakan implementasi kerjasama LPKIJ Sakura pimpinan Haryadi Supangkat. Kerjasama ini direncanakan akan terus berkelanjutan dari tahun ke tahun sehingga banyak mahasiswa Uniga yang berkiprah di Jepang.

“Tentunya bukan hanya di bidang pertanian, tetapi juga di bidang lain yang punya keterkaitan dengan program studi yang ada di Universitas Garut,” pungkas Syakur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *