31 Dosen Uniga Peroleh 1,4 Miliar Dana Hibah Penelitian dan Pengabdian

Berita

UNIVERSITAS GARUT-Tugas pokok yang diemban seorang dosen adalah mencakup Tridarma Perguruan Tinggi  yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, terdapat kendala yang sering dihadapi oleh dosen yaitu perlunya dukungan dana dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat tersebut.

Menurut Ketua Lembaga Penelitian Universitas Garut (Uniga) Maryati Puspitasari, S.Pi. MP berdasarkan surat edaran Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat No. T/140/E3/RA.00/2019 tentang Penerima Pendanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Perguruan Tinggi pendanaan tahun 2019, terdapat 31 tim dosen dari Uniga yang telah lolos untuk mendapatkan dana hibah penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

“Rinciannya 3 orang untuk penelitian disertasi Doktor, 21 tim peneliti untuk penelitian tahun tunggal, 3 tim peneliti untuk penelitian tahun jamak dan 4 tim untuk pengabdian pada masyarakat. Total dana yang dapat diakses dari usulan tahun 2018, untuk kegiatan tahun 2019 adalah sekitar Rp 1,4 milyar,” katanya, saat di Kantor Uniga, Kamis (27/6/2019).

Maryati menambahkan dengan banyaknya dosen yang telah lolos dalam kompetisi untuk mendapatkan dana hibah menunjukkan bahwa dosen-dosen di Uniga memiliki daya kompetisi yang tinggi sehingga mampu bersaing secara nasional dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Ditempat yang sama Rektor Uniga Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng mengaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas penelitian dan pengabdian pada masyarakat, pihaknya secara internal telah membantu dengan dukungan dana terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Tetapi dengan semakin banyaknya penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan, maka dana yang dibutuhkan juga semakin tinggi. Maka untuk mengatasinya, Uniga berupaya untuk mendorong para dosen agar aktif dalam membuat proposal penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang diajukan ke Kemenristekdikti maupun pihak yang lain,” paparnya.

Disebutkan Syakur, dana hibah yang diterima untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

“Setiap tahunnya ada peningkatan, baik dari jumlah judul yang diajukan maupun jumlah judul yang didanai. Tentu,  hal ini akan berpengaruh terhadap peningkatan jumlah karya tulis yang ditulis oleh dosen Uniga baik berupa jurnal, prosiding, buku maupun penerima hak cipta dan paten,” ungkap Syakur.

Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada para dosen yang telah berupaya dalam pelaksanaan penelitian dan pengbdian pada masyarakat, juga kepada LLDIKTI Wilayah IV dan Kemenristekdikti, yang telah memberikan kepercayaan kepada Uniag dengan memfasilitasi dosen dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Penelitian menurut Syakur sangat penting dilakukan oleh seorang dosen dengan alasan untuk pengembangan Ilmu dan Pengetahuan, pengembangan materi dalam pembelajaran sehingga akan meningkatkan kompetensi dari mahasiswa, untuk melakukan pengabdian pada masyarakat dengan memberikan solusi dan inovasi sesuai dengan permasalahan yang ada dalam masyarakat.

“Tentu berlandaskan kepada hasil penelitian yang relevan dan aplikatif, juga memberikan peningkatan reputasi dari peguruan tinggi dengan banyaknya karya tulis yang dimuat dalam banak jurnal bereputasi secara nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *