Rektor UNIGA : “Tahun Pemilu, Campur Tangan Pihak Asing Harus Diwaspadai”

Berita

Garut – Pemerintah Republik Indonesia bersama-sama Dewan Perwaklan Rakyat (DPR) telah mengesahkan UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan pemilihan anggota Legislatif (Pleg) dan Pemiihan President (Pilpres) Republik Indonesia pada tahun 2019.

Mengadapi tahun politik di tahun 2018 dan 2019 pemerintah dan masyarakat harus mewaspadai campur tangan pihak asing dalam penyelenggaran pileg dan pilpers tahun depan. Menurut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng. selaku Rektor Uniga pada Fokus Grup Discusion (FGD) di Hotel Sumber Alam mangatakan bahwa campur tangan pihak asing harus diwaspadai.

“Campur tangan pihak asing pada pilpers tahun depan tidak bisa dihindari, karena merek berkepentingan kepada Indonesia,” ucapnya dalam pemamaranya, Jumat, (20/7).

Menurutnya pihak asing sangat berkepentingan dengan Persident terpilih pada periode depan, dikarenakan akan sangat berkaitan investasinya di Indonesia. “Sehingga dinamika pilpers dan pileg ini akan sangat tinggi karena banyak yang sangat berkepentingan,” ucapnya.

Rektor Uniga mengungkapkan Indonesia merupakan negara yang sangat seksi, dimana sumber daya alamnya, letak yang sangat stategis. Hal ini mengundang banyak pihak yang ingin menguasa kekayaan alam Indonesia.

“Staregi untuk menguasai Indonesia sangatlah banyak, diantaranya dengan menurunkan ideologi mereka. Dan ini yang akan berpotensi konlifik, dengan menggukanan foxy war,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Garut, AKP Poniman SH, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda untuk mensukseskan pilpres. “Secara keseluruhan pilkada kemarin di setiap daerah aman dan konsdusif,” ucapnya.

Para peserta juga dihadiri dari berbagai unsur, dari mulai forum komunikasi daerah hingga para mahasiswa juga dihadirkan dalam acara yang bertema “Mencegah radikalisme untuk memelihara Kabupaten Garut dalam rangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam menghadapi Tahun politik 2019.”

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Garut, Yuda Puja Turnawan, menyambut baik dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, menurutnya banyak warga masyarakat tidak yang tahu perihal radikalisme.

“Kegiatan ini sangat baik terutama saat menghadapi tahun politik 2019. Yang di undang juga para pejabat dan ormas, parpol, dan berbagai pihak,” katanya.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini masyarakat banyak lebih faham terutama pada tahun politik ini. “Dengan adanya tsunami hoax juga masyarakat harus mulai sadar dan jangan terbawa arus,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*