Kualifikasi dosen UNIGA diakui secara nasional, Menteri Pariwisata lantik Dosen Uniga jadi Direktur BPOB

Berita

Garut, Dosen Management Universitas Garut (UNIGA) Bisma Jatmika, ST., MM. dilantik menjadi Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan BPOB (Badan Pelaksana Otorita Borobudur ).

Pelantikan langsung dilaksanakan oleh Menteri Pariwisata Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc pada Kamis 4 Januari 2018 di Kementerian Pariwisata, Jakarta. Pelantikan bersamaan dengan empat pejabat lainya diantaranya Indah Juanita, Direktur Utama, Yohanes Sigit Widiyanto, Direktur Keuangan, Umum dan Komunikasi Publik BPOB, Agustin Paranginangin, Direktur Destinasi Pariwisata BPOB, dan Agus Rochiyardi, Direktur Pemasaran Pariwisata BPOB.

Saat diminta tanggapanya Rektor Universitas Garut Dr. Ir. H, Abdusy Syakur Amin, M.Eng menyampaikan rasa bangga dan bersyukur atas dilantiknya salah satu dosen tetap yang sehari hari melaksanakan aktivitas mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Garut. Beliau mengungkapkan dengan dilantiknya Bisma Jatmika mengandung beberapa makna diantaranya pertama, ini membuktikan kualifikasi dosen uniga diakui secara nasional, kedua Uniga memiliki dosen yang keilmuanya dibutuhkan bangsa dan negara, ketiga Uniga mendorong donsenya untuk mengabdi dalam ruang yang lebih luas sebagai tanggung jawab pribadi dan terakhir jabatan ini bisa meningkatkan jejaring atau konektivitas secara nasional.

Senada dengan Rektor Uniga, Bisma Jatmika mengungkapkan rasa syukur dan bangga telah diberi kepercayaan untuk melaksanakan amanah sebagai Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan BPOB. Semoga jabatan ini memberikan kelulasaan untuk lebih memberikan kontribusi di tingkat nasional bagi dunia pariwisata, amanah yang dierima tidak terlepas dari jasa Universitas Garut terutama Rektor Uniga yang telah ikut membesarkan saya serta memberikan keleluasaan dalam mengakselerasikan bidang keilmuan yang saya miliki, “Pak Syakur merupakan motivator hebat, saya secara khusus mengucapkan terima kasih kepada beliau” ungkapnya. Bisma menambahkan kemajuan dunia pariwisata nasional tidak hanya bisa ditentukan oleh satu lembaga, latar belakang saya sebagai dosen di Universitas Garut diharapkan kedepan bisa menjalin kerjasama, apalagi Uniga sudah mempunyai program studi pariwista.

Tugas Utama BPOB adalah mengelola kawasan seluas 300 ha yang berlokasi di daerah Purworejo, dengan cakupan areal Yogya-Borobudur dan sekitarnya; Soli-sangiran dan sekitarnya; Semarang-Karimunjawa dan sekitarnya; dan area Dieng.

Diharapkan BPOB dapat membuat “Bali baru” dan mendukung program pencapaian jumlah kunjungan 20 juta wisman pada tahun 201. Untuk site Borobudur, Prambanan, Boko dan Sangiran tetap dikelola oleh pengelola yang sudah berjalan.

Berdasarkan Peraturan Presiden no 46 Tahun 2017 tentang pembentukan Badan Otorita Borobudur, untuk kepengurusannya diadakan Dewan Pengarah yang terdiri atas 18 Kementerian dan Badan Pelaksana Otorita Borobudur.

Borobudur, jika dibandingkan dengan objek heritage di beberapa negara destinasi pariwisata lainnya, mestinya sebagai faktor Atraksi dalam pariwisata Indonesia juga bisa menarik kunjungan wisman dalam jumlah jutaan. Agaknya ke sana pula tugas dari Badan Pelaksana Otorita ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *