Dua Mahasiswa UNIGA lolos menjadi Delegasi Indonesia pada AYIEP 2017

Berita

Garut – Dua mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Garut menjadi delegasi Indonesia pada ASEAN Youth Initiative Empowering program yang diadakan di Yogyakarta pada tanggal 23-29 Juli 2017. AYIEP sendiri merupakan kegiatan yang diadakan oleh Asia Studies Center. AYIEP 2017 merupakan kegiatan ke-2 setelah pada 2016 dilaksanakan AYIEP pertama. Tema pada AYIEP tahun ini adalah Digitalizing ASEAN: Fostering Community through Digital Connectivity. Tujuan dari diadakannya AYIEP ke-2 ini adalah membangun komunitas melalui hubungan digital.

Menurut Ketua Pusat Studi Asean (PSA) Universitas Garut (UNIGA) Dr. Wahid Erawan, SP.MP mengungkapkan AYIEP merupakan summer program untuk memperdalam pemahaman dan mendukung inisiatif siswa dan pemuda ASEAN melalui kuliah umum, kunjungan ke berbagai NGO, working group, dan ekskursi. Tujuan dilaksanakannya program tersebut adalah untuk memperkenalkan berbagai isu minoritas regional serta meningkatkan kesadaran bagi calon pemimpin muda ASEAN di masa yang akan datang. Kegiatan AYIEP akan diikuti oleh peserta yang lolos seleksi dengan kriteria sebagai berikut :

  1. Peserta berumur 18 – 25 tahun dari negara ASEAN;
  2. Mempunyai kemampuan berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan serta bekerja sama dalam tim;
  3. Mempunyai minat terhadap isu-isu terkait perempuan, anak, kelompok disabilitas, dan agama;
  4. Mempunyai keinginan untuk menginformasikan pengetahuan yang didapatkan dari kegiatan tersebut di negara masing-masing.

AYIEP 2017 tidak hanya diikuti oleh delgasi dari negara-negara ASEAN saja, tetapi ada delegasi dari Eropa seperti United Kingdom/Inggris, Afrika seperti Ghana, Rwanda dan Tanzania kegiatan ini juga diikuti oleh negara Asia Timur seperti Jepang ,serta ada delegasi dari negara Arab yaitu dari Mesir dan Palestina. Jumlah total peserta AYIEP 2017 adalah23 orang.

Kegiatan yang berlangsung selama 1 minggu itu dimulai dari Seminar Internasional, Public Lecture, Excursion, Digital Visitattion, Working Group and Presentation.

Pada hari pertama diisi dengan 2 seminar internasional. Seminar ini sekaligus memperingati perayaan 50 tahun ASEAN. Seminar pertama mendatangkan Ambassador Ong Keng Yong (Singapura/Ex. Sekretaris Jendral ASEAN). Inti dari seminar pertama adalah: “Digital transformation is the future of ASEAN transformation” seminar kedua diisi oleh dua orang pembicara yang berasal dari Kanada, yaitu Stuart Shaw (Political Advisor Canada Mission to ASEAN) dan dari Indonesia H.E Djauhari Oratmangun (Staff ahli Kementrian Luar Negeri Indonesia bagian isu strategis).

Hari kedua diisi dengan Public Lecture atau kuliah umum dengan pembicara dari Indonesia dan Bangladesh. Kuliah umum pertama diisi oleh CEO dari kitabisa.com yaitu Alfatih Timur dan pembicara kedua yaitu Makshud Manik yang merupakan CEO dari youthopportunities.com. Hari ketiga adalah kegiatan dharma wisata ke Candi Borobudur dan berjalan-jalan di Malioboro.

Hari ke empat diisi dengan Digita visitation, dimulai dari mengunjungi Inovative Academy, pemaparan mengenai bagaimana berwirausaha dengan digitalisasi seperti membuat tokopedia, bukalapak dan sejenisnya. Lalu para peserta dibagi ke dalam 4 grup untuk saling bertukar pikiran dan membuat sebuah inovasi yang bermanfaat dan menghasilkan uang. Lalu dilanjutkan dengan kunjungan ke Loop Station Telkomsel, lalu ada pemaparan dari DIFABIKE, yang merupakan usaha pemberdayaan kaum difabel seperti GOJEK, hanya bedanya para driver dari DIFABIKE adalah orang-orang disabilitas. Lalu para peserta diantar oleh DIFABIKE ke Kampung Cyber, tempat yang pernah dikunjungi Mark Zuckenberg pemilik Facebook. Tempat tersebut terkenal karena sudah menerapkan digitalisasi, yaitu adanya sambungan internet di semua rumah, dan ada pembuatan batik tulis di daerah tersebut.

Hari ke lima sampai akhir merupakan kegiatan penting dari AYIEP 2017 ini, yaitu peserta melakukan working group dan presentasi. Para peserta dibagi dalam 3 sub tema dari AYIEP 2017, yaitu: Digital Diplomacy, Digital Activism dan Digital Chitizenship. Semua peserta diarahkan untuk saling bertukar ide membuat sebuah program yang sesuai dengan sub tema. Acara tersebut ditutup dengan setiap peserta memakai baju tradisional dari negara masing-masing dan Gala Dinner. (abar)

1 thought on “Dua Mahasiswa UNIGA lolos menjadi Delegasi Indonesia pada AYIEP 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *