Palestine Solidarity Day, Syekh Rifaat Al-Areer Paparkan Kondisi Palestina di Uniga

Berita Kegiatan

UNIGA, Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP) bekerja sama dengan BEM Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan, gelar seminar Palestine Solidarity Day, dihadiri oleh Syekh Rifaat R.S Al-Areer, yang merupakan salah seorang tokoh dari Gaza Palestina. Selasa (20/12/2016).

Seminar yang digelar di Aula Universitas tersebut membahas tentang perkembangan terkini Negara Palestina, yang selama 48 tahun dijajah Zionis Israel. Dalam kesempatan tersebut Syekh memaparkan kondisi rakyat Palestina yang jatuh bangun mempertahankan tanah airnya.

Syekh menjelaskan tiga strategi penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina diantaranya, penjajahan dengan cara menghilangkan penduduk Palestina dari tanah airnya seperti pembantaian-pembantaian terhadap rakya sipil dan anak-anak.

Strategi kedua yaitu Israel merusak sendi sendi perekonomian rakyat Palestina, dan strategi ke tiga menguasai Masjidil Aqsha kiblat pertama umat Islam. Komplek Masjidil Aqsha adalah komplek yang dijanjikan keberkahannya, dengan menguasai Masjidil Aqsha berarti menguasai Palestina.

“Zionis Yahudi bertekad membangun sebuah tempat ibadah yang mereka namakan Kuil Solomon di komplek Masjidil Aqsha, nantinya tempat ibadah tersebut akan menjadi pusat ibadah Yahudi.” Ungkapnya.

Syekh mengatakan, hal yang paling penting bagi Palestina adalah dibebaskannya hak-hak mereka dalam berpolitik, dan itu adalah tugas seluruh umat Islam untuk memperjuangkannya. Rakyat Palestina sangat berterimakasih atas kesetiaan Indonesia yang selama ini memperjuangkan hak-hak dan kemerdekaan Palestina.

“Kabar tentang aksi warga Indonesia dalam memperjuangkan Palestina selalu sampai kepada warga Palestina, dan pembangunan Rumah Sakit Indonesia adalah bukti kesetiaan Indonesia terhadap Palestina,” tambahnya.

Terkait tragedi kebakaran yang menghanguskan pemukiman Israel 25 November lalu, Syekh menjelaskan kejadian tersebut adalah kebakaran alami yang disebabkan oleh kemarau panjang.

“Ini adalah skenario Allah SWT, karena pada awalnya kebakaran ini dimaksudkan untuk mengusir penduduk Palestina, tetapi justru api berbalik menjadi besar dan membumi hanguskan pemukiman Israel.” Jelasnya.

Sementara itu ketua KNRP Garut, Nandang Cahya mengatakan Komunitas Da’i untuk Palestina mengadakan kajian-kajian tentang “kepalestinaan” diantaranya kajian tentang Tujuh Misteri Al-Aqsha, Tujuh Pembebas Al-Aqsha, Tujuh Keadaan Al-Aqsha diakhir Zaman, dan kajian-kajian lain.

“Silahkan bagi kampus, atau masjlis taklim boleh mengundang kami untuk membahas kajian-kajian tersebut.” Tandasnya. (Fitriani)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *