ITB dorong Universitas Garut untuk raih Akreditasi A

UNIGA – Universitas Garut (UNIGA) dan Institut Tehnologi Bandung (ITB) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di bidang penelitian, pendidikan dan pengabdian masyarakat dalam rangka Program Perguruan Tinggi Asuh. MoU ini menjadi payung bagi kedua perguruan tinggi dalam melakukan kolabo

rasi akademik. MoU ditandatangani oleh Rektor Uniga, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng dan Rektor ITB Prof. Dr. Kadarsyah Suryadi, DEA. penyerahan MoU yang sudah ditandatangani sebelumnya oleh Rektor ITB diserahkan melalui Ketua SPM ITB Dr. Pepen Arifin di lantai 2 Aula FMIPA Uniga Jalan Jati Tarogong Kaler Garut, Sabtu (11/8/2017)

Ketua SPM ITB Dr. Pepen Arifin mengungkapkan untuk membangun bangsa Indonesia yang demikian besar membutuhkan banyak universitas yang berkua

litas dan merata di setiap kawasan di Indonesia. Kab. Garut dengan jumlah penduduk 2.6 juta, rasanya masih kurang bila hanya ditopang oleh 8 perguruan tinggi yang ada termasuk Uniga, salah satu solusinya yaitu peningkatan mutu perguruan tinggi menjadi alternatif yang sangat mendesak, untuk itu melalui MoU ini kami ingin mendorong Uniga untuk lebih meningkatkan kualitas dengan meraih Akreditasi A.

Program PT Asuh yaitu meningkatkan layanan, menumbuhkan budaya serta meningkatkan mutu program studi melalui penguatan sistem penjaminan mutu internal pada perguruan tinggi dengan salah satu tujuannya adalah mendorong proses peningkatan mutu perguruan tinggi untuk mencapai tingkat akreditasi terbaik.

Kemenristekdikti menunjuk Institut Tehnologi Bandung (ITB) untuk membina dan mengasuh delapan (8) perguruan tinggi (1 PTN dan 7 PTS) untuk meningkatkan mutu layanan, menumbuhkan budaya serta meningkatkan mutu program studi melalui penguatan sistem penjaminan mutu internal (SPMI). Dari 8 Perguruan Tinggi 3 diantaranya dari berasal Jawa barat salah satunya Universitas Garut (UNIGA), “kami memilih Universitas Garut dengan berbagai pertimbangan salah satunya Universitas yang mempunyai Akreditasi Institusi B dan itu sangat memungkinkan jika dikemudian hari meningkat menjadi Akreditasi A” ungkap Pepen.

Lebih lanjut Dr. Pepen Arifin menjelaskan desain program Perguruan Tinggi Asuh ITB 2017 ini meliputi Workshop SPMI, pendampingan penyusunan SPMI, reviu dan analisis borang akreditasi, workshop sistem penjaminan mutu eksternal (SPME) dan pendampingan SPME.

Rektor Uniga, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng menyampaikan apresiasinya kepada Tim SPM ITB yang bersedia melakukan pembinaan terhadap pengembangan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) dan sistem penjaminan mutu eksternal (SPME) Prodi Sain dan Teknologi yang melibatkan 3 Fakultas di lingkungan Universitas Garut diantaranya Fakultas Pertanian, Fakultas MIPA dan Fakultas Teknik dalam satu Program Perguruan Tinggi Asuh ITB 2017.

Diraihnya Akreditasi Institusi B memotivasi kami untuk terus mengembangkan pendidikan dengan sebanyak mungkin membuka program studi baru yang sesuai dengan potensi Kab. Garut, “kedepan Uniga menjadi tujuan utama masyarakat Priangan Timur yang akan melanjutkan jenjang pendidikanya ke Perguruan Tinggi, tentunya harapan  ini harus diimbangi oleh peningkatan kualitas pendidikan. Kami berharap Program ini berkelanjutan, tidak hanya dalam satu tahun. Karena capaian akademik luar biasa yang diraih ITB perlu ditularkan kepada PTS-PTS lainnya termasuk kepada Uniga. Baik capaian-capaian pengakuan lembaga akreditasi nasional seperti BAN PT dan LAM juga lembaga-lembaga akreditasi internasional. Pendeknya, kami ingin belajar banyak kepada ITB,” ujar Syakur. (Abar)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *