auracms is provided for you free

;

 
| home | profile | buku tamu | kirim artikel | download | webmail | kontak | controlpanel |
 

 
 Menu Utama
Fakultas
Program Studi
Tenaga Pengajar
Fasilitas
Lokasi Kampus
Struktur Organisasi

 Info Kampus
PMB 2010/2011
Kegiatan Mahasiswa
Rencana Kegiatan
Beasiswa
Kalender Akademik
Alumni

 Link
Diknas
Dikti
Kopertis Wil 4
Evaluasi Dikti
Yahoo
Google
Pemkab Garut
Artikel
Bursa Kerja

 Rubrik
Komputer dan Internet
Bisnis dan Ekonomi
Seni dan Budaya
Sosial dan Politik
Olahraga
Sain dan Teknologi
Agama
Informasi dan Pengumuman
Ilmu Pengetahuan

 Pesan Singkat
Nama*
Email
Pesan*
*harus diisi

   


"Digital Learning", Guru Tetap Seorang Pendidik
Kamis, 06 Mei 10 - oleh : admin

Ilustrasi: Sistem pembelajaran digital dapat mengintegrasikan semua materi pelajaran berdasarkan SKL dalam suatu software, sehingga memungkinkan siswa menyelesaikan seluruh SKL kurang dari 3 tahun.

* "Digital Native", Perubahan Ini Harus Dicermati

BANDUNG, KOMPAS.com - Dalam menerapkan digital learning system, peran seorang guru harus tetap dikembalikan pada fungsi yang sesungguhnya, yaitu sebagai pendidik, yang tidak hanya mengajarkan materi pelajaran untuk mencapai target-target kurikulum, namun lebih kepada pemahaman makna, pendalaman materi, serta pembelajaran di dalam kehidupan nyata.
Meski semua materi sudah terintegrasi dalam sistem pembelajaran digital tersebut, peran guru tetap menjadi seorang pendidik.

"Karena semua materi sudah terintegrasi dalam sistem pembelajaran digital tersebut," ujar Yandi Rusyandi dari Sony Sugema College Digital Learning System kepada Kompas.com, terkait persiapan menerapkan pembelajaran secara digital melalui pemanfaatan teknologi di SMA Alfa Centauri, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/2/2010).

Baik software maupun hardware, online maupun offline, kata Yandi, pembelajaran tersebut dikemas secara apik dan interaktif sebagai suatu terobosan baru dalam teknologi pembelajaran yang diterapkan di kalangan anak didik. Selain itu, konsep paperless ini merupakan langkah nyata untuk menyukseskan kampanye Pemanasan Global dengan mengurangi penggunaan bahan kertas dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), baik itu penggunaan buku pegangan, buku tulis, hingga lembaran-lembaran tugas dan evaluasi siswa.

"Sistem ini juga akan mendorong siswa dalam hal kemandirian belajar dan pendalaman materi bahan ajar, karena mereka dapat belajar kapan dan di mana saja baik secara offline maupun online," ujarnya.

Yandi menambahkan, sistem pembelajaran digital ini dapat mengintegrasikan semua materi pelajaran berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dalam suatu software. Hal tersebut memungkinkan siswa dapat menyelesaikan seluruh SKL kurang dari tiga tahun.

"Dan evaluasi pembelajarannya juga bisa dilakukan secara otomatis melalui proses digital, sehingga tidak perlu pengkoreksian secara manual melalui kertas. Hasil evaluasi yang diperoleh pun akan lebih cepat, akurat, dan obyektif," tambahnya.

  kirim ke teman |   versi cetak


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

 
   
 Pencarian

cari di  
 

 Jajak Pendapat





 Kalender

 Artikel Terakhir
Perang Lawan Pornografi, Bagaimana Strateginya?
Lowongan kerja Pertamina EP
“Peluang Pengembangan Usaha Mikro dengan Budidaya Padi Metode SRI (System Of Rice Intensifikasi) m
Bagaimana Membuat Business Plan
PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM
10 Kesintingan Utama Arsitektur Finansial Global
BERFIKIR POSITIF

 

| home | profile | buku tamu | kirim artikel | download | webmail | kontak | controlpanel |
Powered by aura CMS - @ IT Purek-I