auracms is provided for you free

;

 
| home | profile | buku tamu | kirim artikel | download | webmail | kontak | controlpanel |
 

 
 Menu Utama
Fakultas
Program Studi
Tenaga Pengajar
Fasilitas
Lokasi Kampus
Struktur Organisasi

 Info Kampus
PMB 2010/2011
Kegiatan Mahasiswa
Rencana Kegiatan
Beasiswa
Kalender Akademik
Alumni

 Link
Diknas
Dikti
Kopertis Wil 4
Evaluasi Dikti
Yahoo
Google
Pemkab Garut
Artikel
Bursa Kerja

 Rubrik
Komputer dan Internet
Bisnis dan Ekonomi
Seni dan Budaya
Sosial dan Politik
Olahraga
Sain dan Teknologi
Agama
Informasi dan Pengumuman
Ilmu Pengetahuan

 Pesan Singkat
Nama*
Email
Pesan*
*harus diisi

   


Apapun Mata Kuliah Yang Di Asuh Berikan Muatan Soft Skill Didalamnya
Sabtu, 13 Februari 10 - oleh : heri kuswara

Apapun Mata Kuliah Yang Di Asuh
Berikan Muatan Soft Skill Didalamnya
Oleh : Heri Kuswara*

Jika kita sejenak menengok pada berbagai penelitian mengenai penentu kesuksesan karir seseorang maka Soft Skill-lah “Primary Key” nya. berikut sebagian penilitan tersebut yang penulis adopsi dari berbagai sumber :

1. Harvard University mengungkapkan bahwa kesuksesan karir seseorang 80% ditentukan oleh soft skillnya sementara hanya sekitar 20% saja ditentukan oleh hard skill.
2. Pada Buku Lesson from The Top karya Neff dan Citrin (1999). Sepuluh kiat sukses 50 orang tersukses di Amerika, delapan kriteria memuat Soft Skill sementara hanya dua kriteria saja yang Hard Skill.
3. Survei dari National Association of College and Employee (NACE), USA (2002), kepada 457 pemimpin di Amerika, tentang 20 kualitas penting orang sukses, hasilnya berturut-turut adalah Soft Skill hanya dua yang Hard Skill.
4. DAN PINK dalam buku larisnya "A Whole New Mind" yang menyatakan bahwa "soft skills have become the source of economic survival"
5. Psikolog David Mc Clelland berpendapat ”Faktor terkuat yang berkontribusi terhadap kesuksesan para eksekutif adalah seluruhnya Faktor Soft Skill, satu-satunya hard skill yang masuk dalam daftarnya yaitu kemampuan berpikir analitis.
6. Rinella Putri (Vibiznews - Human Resources) ”Communication dan interpersonal skill merupakan syarat terpenting untuk sukses di profesi manapun.

Akumulasi dari berbagai penelitian diatas, memaksa dunia pendidikan untuk mempersiapkan SDM lulusannya yang bukan hanya siap pakai didunia kerja/dunia usaha namun pula siap untuk meraih kesuksesan karir di dunia manapun (kerja/usaha).

Tak terkecuali Perguruan Tinggi yang merupakan Institusi pencetak Intelektual bangsa pun mempunyai tanggungjawab yang sama untuk mempersiapkan mahasiswanya menyongsong karir gemilang. Instruksi dan arahan Pimpinan2 Perguruan tinggi mengenai transformasi paradigma dari teacher centre learning menjadi student centre learning yaitu bukan hanya bagaimana dosen mengajar dengan baik namun lebih kepada bagaimana mahasiswa bisa belajar dengan baik, penting dijadikan sebuah pedoman bagi kita untuk menyisipkan muatan2 yang bersifat soft skill didalam proses pembelajaran.

Seberapa besarpun Pendidikan soft skill dititipkan pada kurikulum perguruan tinggi baik itu yang sifatnya berdiri sendiri (agama, Character Building, Communication Skill, Intrapersonal and interpersonal Skill) atau include kedalam silabus beberapa mata kuliah, tetap saja tidak akan menjadikan mahasiswa kita mempunyai soft skill yang tangguh selama kita tidak merubah paradigma dari teacher centre learning menjadi student centre learning.

Seberapa sering kita memberikan couching and counselling kepada mahasiswa ?, Seberapa besar kita memotivasi mahasiswa untuk sukses ?, seberapa banyak kiat2 sukses yang kita sampaikan kepada mahasiswa ?, terbiasakah kita merangsang mahasiswa untuk berpikir kritis ?, Pernahkan kita mewajibkan mahasiswa untuk bertanya tentang materi yang diajarkan atau sebaliknya ?, sejauhmana forum diskusi di kelas kita buka sebagai proses pembelajaran yang dialogis dan interaktif ? seberapa sering mahasiswa diberikan waktu luang untuk tampil mempresentasikan karya ilmiahnya/tugas2nya ?, terbiasakah kita menyisipkan kata2 seperti attitude, leadership, team work, adapting, dll didalam proses perkuliahan ?, dan pernahkan kita memotivasi mahasiswa untuk aktif berkegiatan (intra/ektra) ?. Semua pertanyaan diatas penting kita implementasikan sebagai bagian dari pendidikan soft skill terhadap mahasiswa.

Link and macth antar dunia pendidikan dengan dunia kerja dewasa ini tidak hanya sebatas mempersiapkan Lulusan yang siap pakai saja namun lebih kepada lulusan yang siap memberikan angin segar bagi keberlangsungan institusi kerja. Di kalangan praktisi SDM, pendekatan ala hard skill saja kini sudah mulai ditinggalkan. Percuma jika hard skillnya oke, tetapi soft skillnya buruk. Hal ini bisa dilihat pada iklan-iklan lowongan kerja berbagai perusahaan yang juga mensyaratkan kemampuan soft skill, seperi team work, kemampuan komunikasi, dan interpersonal relationship, dalam job requirementnya. Saat rekrutasi karyawan, perusahaan cenderung memilih calon yang memiliki kepribadian lebih baik meskipun hard skillnya lebih rendah. Alasannya sederhana : memberikan pelatihan keterampilan jauh lebih mudah daripada pembentukan karakter. Bahkan kemudian muncul tren dalam strategi rekrutasi yaitu untuk menghasilkan Right People  Right job  Right Performance praktisi SDM senantiasa melakukan screening recruitmentnya dengan prinsip ”Recruit for Attitude, Train for Skill“.

Penelitian Harvard School of Bussines, menunjukan bahwa ”Kemampuan dan keterampilan yang diberikan di bangku perkuliahan, 90 persen adalah kemampuan teknis dan hanya 10 persen saja soft skill diberikan dibangku perkuliahan”. Fakta tersebut merupakan warning bagi dunia pendidikan untuk tidak salah dalam menterjemahkan kurikulum. Proses perkuliahan bukan hanya sekedar knowledge delivery atau menjadikannya seorang ilmuwan, praktisi dll namun harus mampu mewujudkan mahasiswa yang kompeten baik intrapersonal maupun interpersonal. Peran dosen sebagai living example bagi mahasiswanya merupakan faktor terpenting dalam mengimplementasikan pendidikan soft skill di perguruan tinggi. Mulailah kita melatih mahasiswa agar lebih bersikap asertif dan berani menyampaikan ide/gagasan.
Jelaslah bahwa selain Thereshold Competency/Hard Skill, Differentiating Competencies/Soft Skill mempunyai perananan yang amat sangat penting dalam menentukan kesuksesan karir seseorang. Penulis mengajak : mari kita mengajar dengan profesional untuk menjadikan mahasiswa kita kompeten dibidangnya dan jangan lupa mendidik tak kalah pentingnya untuk menjadikan mahasiswa kita meraih kesuksesan karir.*Kepala Lembaga Karier Kampus dan Dosen Tetap di Akademi terbesar di Indonesia, KETUM KEMAGA Se-Jadebotabek Th. 98-02, KETUM GEMA ASGAR Se-Jadebotabek, Th. 08-12.


  kirim ke teman |   versi cetak


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

 
   
 Pencarian

cari di  
 

 Jajak Pendapat





 Kalender

 Artikel Terakhir
Perang Lawan Pornografi, Bagaimana Strateginya?
Lowongan kerja Pertamina EP
“Peluang Pengembangan Usaha Mikro dengan Budidaya Padi Metode SRI (System Of Rice Intensifikasi) m
Bagaimana Membuat Business Plan
PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM
10 Kesintingan Utama Arsitektur Finansial Global
BERFIKIR POSITIF

 

| home | profile | buku tamu | kirim artikel | download | webmail | kontak | controlpanel |
Powered by aura CMS - @ IT Purek-I