Berdiri sejak tahun 1998, Kini UNIGA miliki 22 Program Studi

Berita

Garut – Universitas Garut berdiri pada tanggal 21 Desember 1998 yang disahkan melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan nomor 173/D/O/1998. Berdirinya Universitas Garut dimulai pada saat Yayasan Perguruan Tinggi Garut mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kemasyarakatan (STIK) dengan 1 program studi yaitu Kesejahteraan Sosial. Berkat perjuangan yang cukup keras dari para pengelola perguruan tinggi tersebut, dan dengan meningkatnya pula kebutuhan akan pendidikan tinggi oleh masyarakat Garut, maka dilakukan penambahan program studi baru, yaitu Ilmu Administrasi dan Pekerja Sosial Medik.

Pada tahun 1991 Yayasan Perguruan Tinggi Garut mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dengan program studi Manajemen dan Akuntansi. Selanjutnya Pada tahun 1996 didirikan program Pascasarajana dengan jurusan Ilmu Administrasi, konsentrasi Administrasi Negara. Kemudian pada tahun 1997, Yayasan Perguruan Tinggi Garut mendirikan Fakultas Agama Islam dengan program studi Kependidikan Islam, Pendidikan Agama Islam serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Garut sebagai Kabupaten yang sebagaian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, memberikan peluang untuk pendirian sebuah lembaga pendidikan tinggi pertanian. Pada tahun 1992, Yayasan Gilang Kencana yang juga mengelola pendidikan dasar menengah, mendirikan Sekolah Tinggi Pertanian Gilang Kencana Garut, yang mempunyai 2 program studi yaitu Budidaya Pertanian dan Studi Peternakan.

Sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan akan pendidikan tinggi yang dirasakan oleh masyarakat Garut. Pada tahun 1996 berdiri pula dua buah perguruan tinggi dibawah pengelolaan Yayasan Prima Garut yaitu Sekolah Tinggi Farmasi dan Akademi Tekstil. Guna mewujudkan cita-cita masyarakat Garut akan berdirinya Universitas Garut, tiga Yayasan penyelenggara perguruan tinggi swasta tersebut di atas; Yayasan Perguruan Tinggi Garut, Yayasan Perguruan Prima dan Yayasan Gilang Kencana telah sepakat untuk bergabung dalam satu wadah yakni: Yayasan Universitas Garut (YUNGA) yang berdiri dengan akta notaris Yayah Kusnariah, SH Nomor 7 tanggal 15 Juli 1997. Yayasan ini berfungsi sebagai penyelenggara Universitas Garut.

Kini diusianya yang  telah mencapai 18 tahun, Uniga terus berusaha menjadi Perguruan Tinggi yang selalu menjawab berbagai tuntutan serta menjadi bagian dari solusi dari kebutuhan pendidikan masyarakat khususnya di Garut dan Jawa Barat pada umumnya.

Perlahan tapi pasti, dibawah kepemimpinan Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng Uniga terus berkembang dan Saat ini Uniga telah memiliki 22 program studi dari 7 Fakultas dan 1 Program Pascasarjana , diantaranya Ilmu Administrasi S2, Manajemen Pendidikan Islam S2 (Pascasarjana), Prodi Ilmu Administrasi Negara (FISIP), Manajemen S.1, Akuntansi S.1, Akuntansi D3, Pariwisata S1 (Fakultas Ekonomi), Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik S1, Public Relation Secretary Executive (Fakultas Ilmu Komunikasi). Peternakan, Agroteknologi, Teknologi Pangan dan Agribisnis (Fakultas Pertanian), Pendidikan Agama Islam S.1, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah S.1, Pendidikan Guru Sekolah Dasar S1, Pendidikan Olah Raga S1, Sarjana ke-2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah S1. (Fakultas Pdndidikan Islam dan Keguruan).  Farmasi S1, Kimia S1 (FMIPA) dan Teknik Elektro S1, Teknik Telekomunikasi D3 (Fakultas Teknik), tentunya untuk menjawab tantangan akan kemajuan dunia pendidikan angka tersebut dapatlah dikatakan cukup baik.

Rektor Uniga Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng mengungkapkan diraihnya Akreditasi Institusi B memotivasi kami untuk terus mengembangkan pendidikan dengan sebanyak mungkin membuka program studi baru yang sesuai dengan potensi Kab. Garut, “Alhamdulilah belum lama ini beberapa prodi baru telah terbit izinya sehingga saat ini Uniga total dari 7 Fakultas dan 1 Pascasarjana telah memiliki 22 program studi capaian ini merupakan kepercayaan yang harus dijaga serta dilaksanakan sebaik baiknya, kita berharap kedepan Uniga menjadi tujuan utama masyarakat Priangan Timur yang akan melanjutkan jenjang pendidikanya ke Perguruan Tinggi, tentunya harapan  ini harus diimbangi oleh peningkatan kualitas pendidikan” ungkap rektor. “Sejatinya Uniga ingin membantu program pemerintah dengan meningkatkan IPM dengan semakin lengkapnya program studi yang ada di Uniga diharapkan masyarakat Garut khusunya bisa terdorong dan banyak pilihan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, sementara ini yang kita lihat keterbatasan jurusan yang ada di kabupaten garut menjadi salah satu penyebab minimnya SDM dengan lulusan sarjana, tentunya peran pemerintahpun sangat kita tunggu yaitu dengan menambah program beasiswa bagi masyarakat Garut”. (abar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *