UNIGA salurkan bantuan bagi Korban Bencana Banjir Garut

Berita

Garut – Universitas Garut (UNIGA) mewujudkan komitmen pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi,  hadir untuk Negeri dengan memberikan bantuan terhadap korban atas musibah bencana alam banjir yang menimpa wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Bantuan diserahkan langsung ke 3 lokasi bencana, Kamis (22/9) oleh Rektor Uniga Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng yang didampingi Wakil Rektor I Dr. Ijudin, M.Ag, Wakil Rektor II r. H. Nizar Alam Hamdani, SE., MM serta unsur pimpinan fakultas.

“Atas nama seluruh civitas akademika Uniga, kami turut prihatin atas musibah banjir yang menimpa saudara-saudara di Garut. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban bagi mereka yang tertimpa musibah, bantuan ini merupakan kontribusi dari para akademisi serta mahasiswa Uniga, Kami secara maksimal akan terus memberikan bantuan, ini tahap pertama penyaluran bantuan bencana, kedepan akan terus kami disalurkan sesuai amanah yang kami terima dari seluruh  civitas serta stakeholder Uniga” ujar rektor Uniga Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng

Menanggapi bencana yang terjadi pada saat bersamaan Uniga membentuk Posko Uniga Peduli, posko ini bertugas menghimpun seluruh bantuan yang datang  sebagai hasil rasa kepedulian Mahasiswa, dosen serta stakeholder Uniga.

Di hari pertama pasca musibah Posko Uniga peduli telah menyalurkan bantuan ke tiga daerah terdampak bencana diantaranya kelurahan Jayawaras, Kelurahan Haurpangung dan Kelurahan Pakuwon adapun bantuan yang telah disalurkan yaitu berupa kebutuhan pokok seperti sembako, makanan, air minum, dan sertai pakaian.

Menurut Koordinator lapangan penyaluran bencana Uniga Agus Barkah mengungkapkan set
alah hari pertama Penyaluran bantuan bencana,  Posko Uniga Peduli akan dikonsentrasikan mengumpulkan bantuan berupa pakaian dalam perempuan, peralatan sekolah, peralatan mandi dan seragam sekolah dari para stakeholder Uniga.

seperti telah diketahui diketahui Banjir dan longsor membuat 7 kecamatan di Garut terdampak bencana. Sejauh ini, musibah di Garut mengakibatkan 23 orang meninggal dunia dan 18 orang dinyatakan hilang. Operasi pencarian dan evakuasi korban dikoordinir Badan SAR Nasional, sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus melakukan pengumpulan data mengenai jumlah korban, penyebab bencana, serta bagaimana mengatasinya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *