Perjuangkan Hak Pendidikan Penyandang Disabilitas, Uniga gelar Seminar Pendidikan Inklusi

Berita

Uniga – Bekerjasama dengan Persatuan Tunanetra Indonesia, Universitas Garut (UNIGA) Sabtu (28/05) bertempat di Aula Fekon Uniga Jl. Samarang Garut menggelar Seminar Nasional Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi dengan tema “Pengem-bangan Sumber Daya MAnusia di Perguruan Tinggi sebagai penyelenggara Pendidikan Inklusi”.

Dibuka langsung oleh Rektor Uniga Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng acara ini mengha-dirkan pembicara utama Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswa-an Kemenristekdikti Prof. Dr. Intan Ahmad, Ph.D serta nara sumber diantaranya Direktur Karir & Kompetensi Kemenristekdikti Prof. Dr. H. Bunyamin Maftuh, MA., Sekretaris Pelaksana Kopertis Wil. IV Dr. Subahi Idris, MM dengan menampilan moderator Dr. H. Rajaminsyah, MM.
Seminar yang dihadiri sekitar 200 peserta yang datang dari berbagai Perguruan Tinggi Indonesia serta dari Organsisai Pertuni berlangsung cukup dinamis, kedatangan Dirjen Kemenristekdikti dimanfaatkan betul para peserta untuk mengungkapkan beberapa gagasan serta keluhan yang terjadi .
Dalam paparanya Dirjen Kemenristekdikti Prof. Dr. Intan Ahmad, Ph.D menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Garut yang mampu melaksanakan seminar nasional pendidikan inkulsi ini, “Kami patut berterimakasih kepada Rektor Uniga yang telah bersedia menyelenggaran Seminar Nasional ini, karena seminar ini akan jadi masukan program kami kedepan, butuh keberanin dan jiwa besar untuk menyelenggaran seminar seperti ini, semakin banyak Perguruan Tinggi yang peduli terhadap pendidikan penyandang disabilitas semakin banyak membuka peluang bagi mereka yang punya keterbatasan untuk melanjutkan kuliah dan berkiprah sejajar dengan mahasiswa lain”. Lebih lanjut Intan mengungkapkan Uniga bisa dijadikan contoh bagi Perguruan tinggi lain untuk melakukan hal yang sama, “Uniga telah membuktikan dengan memberi kesempatan kepada dosen penyandang disabilita untuk berkiprah menjadi tenaga pendidik yang handal, salah satunya Dr. Akmala Hadita, S.Sos., M.Pd Doktor perempuan pertama penyandang disabi-litaas”, ungkapnya.
Sedangkan Rektor Uniga Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng dalam sambutanya mengungkapkan Uniga sangat konsen dalam pengembangan pendiikan bagi kaum disabilitas serta menjadi komitmen kami sebagai pihak penyelenggara pendidikan inklusi, “kami membuka seluas luasnya bagi kaum disable untuk terus berkiprah dalam bidang pendidikan baik itu sebagai dosen maupun mahasiswa, sepanjang punya keinginan dan potensi, tidak ada alasan bagi kami untuk memberikan diskriminasi, terlebih melihat keberhasilan Bu Akmala dalam merai gelar doktor menjadikan bukti bahwa keterbatasan fisik bukan sebuah kendala besar untuk meraih cita-cita, apalagi jika kita melihat jumlah penyandang disabilitas di Indonesia begitu sangat besar tentunya membutuhkan kepedulian kita sebagai penyelenggara perguruan tinggi”, ungkapnya.
Sedangkan Ketua Pantia sekaligus inisiator Seminar Nasional ini Dr. Akmala Hadita, S.Sos., M.Pd mengungkapkan kegembiraanya atas suksenya acara ini, terlebih kehadiran pembicara utama dalam seminar ini memperjelas dukungan Pemerintas akan terselenggar-anya pendidikan inklusi hanya tinggal menunggu waktu saja, “Seminar ini merupakan hal yang kami cita citakan jauh hari, acara ini menjadi pembuktian kaum disabilitas bisa melakukan sebuah keberhasilan, disabilita bukan hal yang diinginkan tapi bagian dari takdir yang diberikan Allah Swt, artinya kaum disabilitas juga mempunyai hak dan perlakukan yang sama dari semua pihak termasuk hak memperoleh pendidikan yang layak”, lebih lanjut akmala mengucapkan terima kasih kepada Rektor Uniga yang telah memberikan dukunganbegitu besar sehingga seminar ini bisa terlaksana sesuai dengan rencana. (Abar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *